List

PHREEQC, yang diambil dari akronim pH – REdox – EQuilibrium, merupakan salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk melakukan  pemodelan geokimia perairan (aqueous geochemistry) terkait reaksi kimia maupun proses transport (transport processes). Aplikasi ini dikembangkan oleh Parkhurst, Plummer,  dan Thorstenson dari United States Geological Survey (USGS) sejak tahun 1980 yang diawali dengan nama PHREEQE. Pada tahun 1995 aplikasi tersebut ditulis ulang dengan menggunakan bahasa C, hingga saat ini dikenal dengan PHREEQC. Sampai artikel ini ditulis PHREEQC telah memiliki versi ketiga (PHREEQC Version 3) yang dapat diakses secara gratis melalui website resmi USGS. Secara umum, pemprograman PHREEQC dilakukan dengan menggunakan pendekatan kesetimbangan kimia larutan (berfase cair) yang berinteraksi dengan mineral, gas, padatan, dan sorpsi permukaan. Tidak hanya itu saja, PHREEQC juga memiliki kemampuan untuk melakukan pemodelan kinetika reaksi dan transpor polutan (pollutant transport) satu dimensi. Memang tidak semua model geokimia dilakukan, namun aplikasi gratis ini bisa dikatakan cukup canggih karena kita dapat mengetahui reaksi yang terjadi. Dalam konteks air tambang, maka cukup banyak analisis yang bisa dilakukan dengan  menggunakan PHREEQC.   

Tampilan Website USGS untuk PHREEQC Vesion 3

Terkait dengan model geokimia, menurut Darrell Kirk Nordstrom, seorang ahli hidrogeokimia dari USGS, ketika saya mengikuti konferensi International Mine Water Association (IMWA) 2019 di Perm Rusia, setidaknya secara umum terdapat dua strategi dalam pemodelan geokimia yang dapat kita lakukan. Pertama, Forward Geochemical Modeling yang dapat dilakukan dengan memberikan kondisi awal atau initial condition berupa tipe batuan secara spesifik dengan informasi mineralogi dan kondisi awal komposisi air (solution). Model ini digunakan untuk menghitung perubahan reaksi kimia didalam air dan mineral yang terlarut serta terendapkan. Kedua, Inverse Geochemical Modeling (Mass Balance). Metode ini digunakan dengan memanfaatkan informasi karakteristik air, mineralogi, kondisi hidrologi dan isotop yang tersedia untuk mendefinisikan reaksi geokimia yang mungkin dapat terjadi. Sehingga kita dapat mengetahui kemungkinan reaksi geokimia yang terjadi dari suatu karakteristik air.

Workshop PHREEQC di IMWA 2019, Perm, Rusia. Dibawakan oleh Kirk Nordstrom dari USGS

Kedua strategi tersebut dapat dilakukan di PHREEQC. Kita dapat melakukan analisis reaksi melalui dua tipe model geokimia yakni Mass Balance dan Mass Action. Pada tipe model geokimia Mass Balance, kita tidak membutuhkan data termodinamika yang cukup kompleks untuk dianalisis. Kita dapat melakukan flux-reservoir model (ditujukan untuk sumber kontaminasi, leachability dan transport), phase distribution (distribusi kontaminan), species distribution/contaminant distribution. Tipe kedua, Mass Action, yang memerlukan data informasi termodinamika. Beberapa model yang bisa dilakukan pada tipe kedua yakni distribusi kesetimbangan reaksi kimia secara kuantitatif dan kinetic distribution (rate constant dan coefficient)

Cukup banyak yang bisa dilakukan melalui program PHREEQC ini, khusus untuk analisis terkait dengan air tambang atau air asam tambang. Beberapa jurnal International cukup banyak yang menggunakan PHREEQC dalam beberapa penelitian terkait dengan column leach test, netralisasi air asam tambang, pengelolaan kolam bekas tambang (mine pit lake), dan lain-lain. Saya akan mencoba untuk sharing secara umum tentang bagaimana cara menggunakan aplikasi PHREEQC khususnya terkait dnegan air asam tambang. Semoga bermanfaat… 😊

Sebelum membaca artikel berikutnya, saya menyarankan untuk dapat mengunduh aplikasi PHREEQC melalui link berikut ini (https://www.usgs.gov/software/phreeqc-version-3)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

  Posts

1 2
July 18th, 2019

Mengenal PHREEQC: Aplikasi Model Geokimia Perairan

PHREEQC, yang diambil dari akronim pH – REdox – EQuilibrium, merupakan salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk melakukan  pemodelan […]

April 1st, 2018

Mengkonversi Flow Accumulation Lines Menjadi Polyline Shapefile

Setelah melakukan analisis terhadap aliran air dengan menggunakan feature Flow Direction dan FLow Accumulation, maka pertanyaan berikutnya adalaha bagaimana cara […]

March 31st, 2018

Delineasi Catchment Area Menggunakan ArcGIS

Oleh: Muhammad Sonny Abfertiawan   Analisis terhadap daerah tangkapan hujan atau catchment area atau basin atau watershed merupakan hal yang […]

March 31st, 2018

Uji Karakterisasi Potensi Pembentukan Air Asam Tambang (Part 4 of 4)

Oleh: Muhammad Sonny Abfertiawan Uji Kinetik (Kinetic Test) Berbeda dengan static test, kinetic test ditujukan untuk mendapatkan pemahaman terhadap perilaku […]

February 12th, 2018

Uji Karakterisasi Potensi Pembentukan Air Asam Tambang (Part 3 of 4)

Oleh: Muhammad Sonny Abfertiawan Single Addition Net Acid Generation (NAG) test NAG Test merupakan uji lainnya yang digunakan untuk mengklasifikasikan […]

February 11th, 2018

Uji Karakterisasi Potensi Pembentukan Air Asam Tambang (Part 2 of 4)

Oleh: Muhammad Sonny Abfertiawan Uji Statik (Static Test) Uji statik merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengetahui potensi […]

February 10th, 2018

Uji Karakterisasi Potensi Pembentukan Air Asam Tambang (Part 1 Of 4)

Oleh: Muhammad Sonny Abfertiawan Pengelolaan lingkungan merupakan aspek penting dalam kegiatan industri pertambangan baik pertambangan batubara maupun mineral. Pemerintah Indonesia […]

December 2nd, 2017

Pengolahan Biologi dan Organik Karbon

Pengolahan Biologi merupakan  salah satu dari metode pengolahan yang direncanakan untuk menyisihkan material organik yang ada dalam air limbah domestik […]

June 30th, 2017

Design Thingking dalam Inovasi Teknologi

Berikut adalah tulisan materi yang saya buat sebagai bagian dari materi didalam Materi Ajar Perencanaan Sistem Pengelolaan Air Limbah di […]

June 24th, 2017

Pengelolaan Air Asam Tambang

Tantangan Pengelolaan Air Asam Tambang Air asam tambang merupakan salah satu isu lingkungan yang seringkali dihadapi oleh perusahaan pertambangan, baik […]