List

Setelah melakukan analisis terhadap aliran air dengan menggunakan feature Flow Direction dan FLow Accumulation, maka pertanyaan berikutnya adalaha bagaimana cara kita untuk mendapatkan aliran sungai dalam bentuk Polyline Shapefile? Caranya cukup mudah. Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, yakni:

Data Dem Flow Accumulation

Sebagai contoh saya mengambil data raster Flow Accumulation dari artikel sebelumnya (Cek disini). Data raster Flow Accumulation dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Hasil Flow Accumulation. Warna kuning merepresentasikan cell dengan nilai yang besar. Nilai ini dapat diartikan sebagai titik terkumpul dan mengalirnya air

Raster Calculator tool (Spatial Analyst Tools > Map Algebra > Raster Calculator)

Didalam box yang ada di Raster Calculator, ketik persamaan berikut ini:

OutRas=Raster("FlowAccumulationLayer")>40058

Nilai 40058 dapat dilihat pada Layer Properties – Symbology. Nilai tersebut merupakan nilai cell terendah dari hasil Flow Accumulation. Lihat gambar dibawah ini.

Setelah itu, klik OK. Kita akan memperoleh layer baru dengan nilai lebih besar 40058. Hasilnya dapat dilihat sebagai berikut.

Hasil pengolahan Raster Calculator. Dari proses ini hanya mengambil nilai yang lebih besar dari 40058

Jalankan Feature Raster To Polyline tool (Conversion Tools > From Raster > Raster to Polyline)

Feature bertujuan untuk mengkonversi layer raster menjadi polyline sehingga kita bisa dapatkan aliran sungai berupa shapefile. Input dari proses ini adalah raster flow accumulation yang telah diproses melalui raster calculator. Lihat gambar dibawah ini.

Hasil konversi raster to polyline

Visualisasi setelah dioverlaykan dengan data DEM

.

.

salam

msonnyabf.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  Category: Lectures

9 posts
April 1st, 2018

Mengkonversi Flow Accumulation Lines Menjadi Polyline Shapefile

Setelah melakukan analisis terhadap aliran air dengan menggunakan feature Flow Direction dan FLow Accumulation, maka pertanyaan berikutnya adalaha bagaimana cara […]

March 31st, 2018

Delineasi Catchment Area Menggunakan ArcGIS

Oleh: Muhammad Sonny Abfertiawan   Analisis terhadap daerah tangkapan hujan atau catchment area atau basin atau watershed merupakan hal yang […]

March 31st, 2018

Uji Karakterisasi Potensi Pembentukan Air Asam Tambang (Part 4 of 4)

Oleh: Muhammad Sonny Abfertiawan Uji Kinetik (Kinetic Test) Berbeda dengan static test, kinetic test ditujukan untuk mendapatkan pemahaman terhadap perilaku […]

February 12th, 2018

Uji Karakterisasi Potensi Pembentukan Air Asam Tambang (Part 3 of 4)

Oleh: Muhammad Sonny Abfertiawan Single Addition Net Acid Generation (NAG) test NAG Test merupakan uji lainnya yang digunakan untuk mengklasifikasikan […]

February 11th, 2018

Uji Karakterisasi Potensi Pembentukan Air Asam Tambang (Part 2 of 4)

Oleh: Muhammad Sonny Abfertiawan Uji Statik (Static Test) Uji statik merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengetahui potensi […]

February 10th, 2018

Uji Karakterisasi Potensi Pembentukan Air Asam Tambang (Part 1 Of 4)

Oleh: Muhammad Sonny Abfertiawan Pengelolaan lingkungan merupakan aspek penting dalam kegiatan industri pertambangan baik pertambangan batubara maupun mineral. Pemerintah Indonesia […]

December 2nd, 2017

Pengolahan Biologi dan Organik Karbon

Pengolahan Biologi merupakan¬† salah satu dari metode pengolahan yang direncanakan untuk menyisihkan material organik yang ada dalam air limbah domestik […]

June 30th, 2017

Design Thingking dalam Inovasi Teknologi

Berikut adalah tulisan materi yang saya buat sebagai bagian dari materi didalam Materi Ajar Perencanaan Sistem Pengelolaan Air Limbah di […]

June 24th, 2017

Pengelolaan Air Asam Tambang

Tantangan Pengelolaan Air Asam Tambang Air asam tambang merupakan salah satu isu lingkungan yang seringkali dihadapi oleh perusahaan pertambangan, baik […]